WH Curhat ke Jokowi, Desak Perbaiki Jalan Rusak di Banten


JAKARTA – Dua hari ini Gubernur Banten Wahidin Halim sibuk bolak-balik Banten-Jakarta. Usai bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta pada Rabu (23/8), kemarin Wahidin menemui Presiden Jokowi di Istana Presiden, Jakarta, didampingi Wakil Gubernur Andika Hazrumy.

Pertemuan dengan Presiden kemarin itu secara umum membahas Banten yang masih banyak ketinggalan dibandingkan daerah lain. “Kita mau kembangkan pembangunan jalan-jalan nasional yang selama ini dalam kondisi tidak bagus di Banten,” kata Wahidin seusai bertemu dengan Presiden Jokowi, kemarin.

Kata Wahidin, pemerintah pusat bisa membangun jalan lepas Pantai Selatan dan Banten Utara. “Di utara itu mulai dari Bandara Soekarno-Hatta sampai Kota Cilegon. Di Banten Selatan mulai dari perbatasan dengan Sukabumi (Jawa Barat) sampai Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang,” katanya.

Wahidin berharap, pemerintah pusat membantu pembangunan infrastruktur jalan di Banten. Utamanya, jalan yang statusnya jalan nasional. Menurut Wahidin, jalan nasional di Banten yang kondisinya rusak berat mencapai 230 kilometer. “Untuk jalan provinsi, yang kondisinya rusak tinggal 20 persen, dan dalam dua tahun ini kami upayakan selesai. Saya dengan Pak Andika sudah komitmen memperbaiki jalan rusak sehingga nanti jangan sebut Banten tertinggal atau terbelakang lagi,” katanya.

Kata dia, anggaran untuk perbaikan jalan provinsi dalam dua tahun mencapai Rp1,8 triliun. “Sedangkan anggaran perbaikan jalan nasional itu kewenangan pusat,” sambung Wahidin.

Selain melaporkan soal infrastruktur jalan, Wahidin juga menyampaikan soal pendidikan, kesehatan, pembangunan jembatan, pelabuhan dan pengembangan pariwisata. “Banten kan tertinggal dibandingkan Jawa Tengah dan Jawa Timur yang bagus-bagus jalannya, begitu juga dengan pariwisatanya,” katanya.

Padahal, kata Wahidin, Provinsi Banten sektor pariwisatanya memiliki potensi besar terutama wisata pantai. Namun karena infrastruktur jalannya kurang mendukung sektor pariwisata, wisata pantai kalah berkembang dibandingkan provinsi lain. “Kalau infrastruktur jalannya bagus, bisa berkembang, potensi di sana luar biasa, pantai cukup diminati cuma kurang didukung infrastruktur terutama jalan,” katanya.

Wahidin menyebut, Banten mempunyai pariwisata unggul yang bagus seperti Anyar dan Tanjung Lesung. “Kami sampaikan juga ke Bapak Presiden, kalau jalan bagus, bagus juga pariwisata. Wisata kan luar biasa sekarang,” papar Wahidin.

Untuk itu, Wahidin juga kembali meminta pemerintah pusat agar jalan ke Anyar diperlebar. Soalnya, jalan tersebut merupakan jalan nasional. “tu jalan nasional. Kami minta jalan dilebarkan. Kan kecil, lebarin, bagus kayak di luar negeri,” ungkapnya.

Gubernur Banten yang akrab disapa WH ini mengaku pertemuannya dengan Presiden selain untuk silaturahmi, juga untuk menyampaikan permasalahan yang ada di Banten salah satunya masalah pembangunan jalan nasional yang dibangun oleh pemerintah pusat belum baik. “Kan baru dilantik, saya silaturahmi saja ke Presiden sekaligus menyampaikan kondisi Banten khususnya terkait infrastuktur yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat seperti jalan nasional yang belum sesuai standar,” katanya.

“Kami memohon kepada Presiden agar segera cepat tanggap terkait permasalahan infrastuktur yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat yang ada di Banten agar segera dibangun jangan sampai rakyat berlarut-larut tersiksa oleh kondisi jalan yang rusak dan berdebu,” tambahnya.

Wakil Gubernur Andika Hazrumy menambahkan, seusai melaporkan kondisi Banten, keduanya mendapatkan arahan dari Presiden terkait kemungkinan dilanjutkannya pembangunan Pelabuhan Bojonegara di Kabupaten Serang untuk mengurangi beban di Pelabuhan Tanjungpriuk.

“Tadi (kemarin-red) juga dibahas terkait proyek strategis nasional di Provinsi Banten seperti soal kelanjutan pembangunan Waduk Karian. Intinya, Pak Presiden ingin agar di Banten pembangunan bisa dilakukan secara cepat dan baik sehingga bisa berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Andika.

Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten menyebutkan kondisi infrastruktur jalan di Provinsi Banten masih banyak yang harus diperbaiki. Dari 852,8 kilometer jalan provinsi, yang kondisinya masih rusak sepanjang 120-130 kilometer.

Kepala DPUPR Banten Hadi Soeryadi mengatakan, pembangunan jalan yang masih rusak akan diselesaikan Pemprov Banten dalam dua tahun ke depan. Diharapkan, jalan nasional diperbaiki dalam dua tahun ke depan.

Untuk jalan di Banten Selatan, kata Hadi, kondisi jalan provinsi sudah lebih baik. Tinggal jalan nasional masih banyak yang rusak. “Dalam APBD Banten tahun 2017, Dinas PUPR mendapat alokasi anggaran sebanyak Rp1,25 triliun. Sebagian besar anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja modal seperti pembangunan jalan, irigasi, dan drainase,” jelasnya. (Deni S/RBG)

Sumber: https://biroumum.bantenprov.go.id


Tentang Kami


Statistik Kunjungan