Pemprov Banten Hentikan Sejumlah Proyek


SERANG – Pemprov Banten menghentikan sejumlah proyek pembangunan fisik yang dianggarkan pada APBD 2017 yang mengalami gagal lelang. Proyek-proyek tersebut akan dikaji kelanjutannya. Jika hasil kajian menunjukkan proyek dimaksu tidak urgent untuk dilanjutkan, maka tidak akan kembali dianggarkan pada APBD tahun depan.

“Di Perubahan (Perubahan APBD 2017 ) ini malah sudah fix tidak ada itu penganggaran kembali untuk proyek-proyek yang gagal lelang itu,” kata Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Senin (2/10).
Diungkapkan Andika, penyetopan sejumlah proyek pembangunan fisik yang mengalami gagal lelang tersebut dilakukan untuk efektivitas anggaran Pemprov Banten. Menurutnya, jika proyek dimaksud masih mengalami kendala untuk dieksekusi pelaksanaanya, maka sebaiknya anggaran yang sediany diperlukan untuk hal tersebut dapat dialihkan ke program lain yang lebih memungkinkan untuk dieksekusi.

Andika tidak secara rinci mengungkapkan mengenai sejumlah proyek gagal lelang dimaksud. Namun Andika mengatakan, salah satu kendala terjadinya gagal lelang adalah seperti persoalan pembebasan lahan yang belum selesai. “Jadi proyeknya tidak bisa dilelang karena misalnya pembebasan lahannya ternyata belum tuntas,” ujarnya.

Lebih jauh Andika mengungkapkan, dalam rapat, Gubernur juga menegur salah satu OPD terkait dengan mandeknya progres pembangunan sport centre atau kawasan pusat olahraga milik Pemprov Banten di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang. Menurutnya, teguran Gubernur tersebut mengingat OPD pemilik program pembangunan sport centre justru teruis berkutat dengan pembuatan detail engineering design (DED).

“Padahal kan DED pembangunan sport centre tersebut sudah dilakukan pada era pemerintahan sebelumnya. Pak Gubernur ingin kalau memang ada masalah dengan DED sebelumnya, ya seharusnya dilaporkan kendalanya untuk dicarikan solusinya. Sehingga tidak berkutat di situ-situ terus,” paparnya.

Meski begitu, lanjut Andika, secara umum penyerapan anggaran OPD pada APBD 2017 relatif baik, yakni rata-rata OPD mampu menyerap anggaran secara maksimal alias sesuai target. “Memang ada juga yang di bawah target, tapi itu lebih karena berbagai kendala yang ada,” imbuhnya.

Sementara itu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi terkait proyek yang disetop WH karena gagal lelang tersebut. Kepala Bappeda Pemprov Banten HUdaya mengaku masih tengah rapat an berjanji untuk menghubungi kembali, saat akan dikonfirmasi melalui ponselnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Hudaya mengatakan, sejumlah proyek yg disetop tersebut ntara lain berada di Dinas PUPR seperti jalan Sumur-Tanjung Lesung, Pembangunan gedung di RSUD. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)

Sumber:https://biroumum.bantenprov.go.id


Tentang Kami


Statistik Kunjungan