Wagub: Interchange Cikande Bukti Nyata Sinergi Pemerintah dan Swasta


SERANG - Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy bersama Bupati Serang Rt Tatu Chasanah serta perwakilan dari PT. Marga Mandala Sakti dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT)  meresmikan jalan simpang susun Cikande atau interchange di Desa Julang, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang pada Rabu (02/05/2018).  Pintu tol baru di jalan tol Tangerang-Merak ini dibangun untuk memecah kemacetan yang kerap terjadi di wilayah Serang timur.

Proyek pembangunan yang menelan dana Rp194 miliar lebih ini merupakan simpang susun pertama yang dibangun atas inisiatif pemerintah daerah dengan dana dari APBD plus kontribusi dari perusahaan di wilayah Serang timur.

Wagub mengatakan, pembangunan simpang susun Cikande merupakan wujud nyata dimana dunia usaha dan pemerintah saling bahu membahu untuk dapat berkolaborasi, sehingga tercipta sinergitas yang berbasis pada kemanfaatan bagi masyarakat. Wagub berharap, simpang susun ini dapat menguatkan kekuatan ekonomi di Provinsi Banten khusunya di Kabupaten Serang.

Menurut Wagub, dengan adanya simpang susun ini akan tercipta multiplier effect bagi daerah, dan masyarakat sekitar Cikande harus bersiap untuk lebih kompetitif, lebih berdaya saing dan meningkatkan kemampuannya untuk turut serta dalam perkembangan perekonomian di sektor pertanian, industri, perdagangan dan jasa.

Gubernur peresmian peresmian ini bisa memeberikan kekuatan baru bagi kita semua dalam penguatan pertumbuhan ekonomi dan dalam kaitan penguatan pertumbuhan SDM kita di banten dan kabupaten serang, sehingga kita dapat memberikan kontribusi peran terhadap masyarakat sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat, sehingga banten lebih baik lagi, lebih maju sesuai harapan dan cita-cita masyarakat.

Pemprov Banten, kata Wagub, saat ini tengah melaksanakan percepatan di  segala aspek termasuk penyelesaian pembangunan infasrtruktur jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Banten. Pemprov memiliki komitmen yang kuat untuk dapat menyelesaikan seluruh bidang infrastruktur jalan agar bisa selesai tiga tahun kedepan. Hal ini menjadi tugas berat agar bagaimana dapat memaksimalkan potensi pembangunan yang ada di wilayah selatan Banten terutama di Kabupaten Serang. Karena, Wagub melihat potensi investasi, potensi pengembangan untuk pertumbuhan ekonomi harus ditunjang oleh pembangunan infasrtruktur jalan atau jembatan yang memadai.

“Dengan mengucap Bissmillahirrahmanirrahim, simpang susun Cikande jalan tol Tangerang-Meraksaya resmikan,” ucap Wagub Andika diujung sambutannya.

Bupati Serang Rt Tatu Chasanah menjelaskan, keberadaan interchange Cikande akan memecahkan persoalan kemacetan di wilayah Serang Timur yang kerap terjadi setiap hari. Selain itu, pengoperasian simpang susun ini bertujuan untuk pengembangan kawasan industri di wilayah Serang Timur. Dengan dioperasikannya simpang susun Cikande akan berdampak terhadap investor yang masuk ke wilayah Kabupaten Serang Timur, sehingga investor berduyun-duyun masuk ke Kabupaten Serang.

Menurut Tatu,  dengan datangnya para investor ke Kabupaten Serang, akan berdampak kepada meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan turut membantu mencari solusi mengurangi jumlah pengangguran yang saat ini masih tinggi di wilayahnya. Menurutnya, Pemkab Serang telah siap menghadapi hal tersebut dan pihaknya telah meminta Dinas Perizinan untuk memberikan kemudan-kemudahan kepada para investor yang akan masuk ke Kabupatem Serang.

 

Presiden Direktur PT.Marga Mandala Sakti Kris Ade Sudiyono mengatakan, simpang susun Cikande memiliki panjang 1,3 Km dan dilengkapi dengan sebuah alat weight in motion untuk mengangkut kendaraan yang mengalami overloading. Dengan adanya simpang susun, pihaknya berharap pergerakan industri sekitar Cikande maupun Serang dapat lebih mudah dan mampu mendorong percepatan Investasi di berbagai wilayah Provinsi Banten.

Untuk diketahui, Simpang Susun atau interchange Cikande ini  kini resmi sebagai bagian dari Jalan tol Tangerang-Merak, yang pengoperasian untuk umumnya akan dilakukan pada pukul 00.00 WIB atau tengah malam setelah acara seremonial peresmian.

Proyek interchange dimulai sejak 2014 dan diselesaikan pada April 2017. Exit tol tersebut dibangun di atas lahan seluas 3,2 hektare di Desa Julang dan Desa Nambo Ilir, Kecamatan Cikande, sepanjang 1,3 kilometer. Proyek dilaksanakan dua tahap, tahap pertama oleh PT Pembangunan Perumahan pada 2015, dilanjutkan tahap kedua oleh PT Modern Widya Technical pada 2016.

Sumber:https://bantenprov.go.id


Tentang Kami


Statistik Kunjungan