WAGUB BLUSUKAN TINJAU REVITALISASI BANTEN LAMA


SERANG - Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meninjau perkembangan rencana revitalisasi kawasan Banten Lama, Kamis (3/5/2018) siang. Didampingi sejumlah kepala OPD (organisasi perangkat daerah) Pemprov Banten dan Pemkot Serang serta Kenadziran Banten, Wagub memulai agenda blusukannya itu dengan meninjau kondisi Terminal Sukadiri, terminal bagi bus rombongan pengunjung Banten Lama yang terletak di sekitar Mesjid Banten Lama, bangunan inti di kawasan tersebut.

Sejumlah kepala OPD yang tampak mendampingi Wagub diantaranya Kepala Dinas Pekerjan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Hadi Suryadi, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) M Yanuar dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babar Suharso. Adapun dari pihak Kenadziran Banten tampak ketuanya, Tb Abbas Wasse.

Turun dari mobil dinasnya, Toyota Innova  warna hitam, Wagub berjalan kaki menerobos keramaian Terminal Sukadiri yang dipadati bus rombongan pengunjung Banten Lama. Dengan masih mengenakan peci hitam yang menjadi ciri khasnya, Wagub berjalan di bawah terik matahari yang menyengat dan kepulan debu yang menguar akibat dari aktivitas bus menurun-naikkan penumpangnya di terminal yang hanya beralas tanah berdebu itu.

“Kalau kondisinya begini, nggak akan kondusif kalau kita relokasi PKL (pedagang kaki lima) ke sini,” kata Wagub kepada para pejabat yang mendampinginya, seraya mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru terminal yang memang tampak semrawut dengan kehadiran warung-warung penjaja makanan dan minuman.

Hasil diskusi Wagub dengan para pejabat tersebut, kemudian mengarahkannya untuk meninjau lokasi lain yang bisa dijadikan lokasi relokasi para PKL dari lokasi asalnya di halaman depan Mesjid Banten Lama. Karena lokasi yang ditinjau cukup jauh yakni terletak di sekitar jalan masuk ke kawasan Banten Lama, maka Wagub dan rombongan pun kembali menaiki kendaraannya masing-masing.

Sesampainya di lokasi yang dituju, Wagub dan rombongan mendapati sebuah kawasan yang sudah berdiri deretan kios permanen diatasnya. Salah seorang pejabat Pemkot Serang yang turut dalam rombongan, mengatakan kepada Wagub, kawasan tersebut dibangun oleh Pemkot Serang khusus untuk menampung para pedagang di kawasan Banten Lama. “Ini tinggal diberi listrik, PJU (penerangan jalan umum) dan akses jalannya saja Pak Wagub,” kata pejabat Pemkot tersebut kepada Wagub.

Menyikapi itu, Wagub langsung memerintahkan para Kepala OPD Pemprov Banten yang mendampinginya untuk mencari kemungkinan, apakah Pemprov bisa melakukan pengerjaan fasilitas pendukung di kawasan tersebut seperti yang disebutkan oleh pejabat Pemkot Serang tadi.

Setelah hampir 1 jam blusukan, sebelum meninggalkan lokasi, kepada pers Wagub mengaku optimistis revitalisasi kawasan Banten Lama bakal sesuai target, baik secara waktu maupun kualitas. “Sekarang kan memang baru tahap revitalisasi kawasan inti yang meliputi kawasan Mesjid Banten Lama,” kata Wagub saat disinggung masih semrawutnya kawasan Banten Lama.

Lebih lanjut, Wagub menunjuk kondisi akses jalan menuju kawasan Banten Lama dari berbagai arah, yang sudah semuanya dibetonisasi oleh Pemprov Banten. Menurutnya, hal tersebut adalah perkembangan yang paling nyata yang sudah dilakukan Pemprov Banten dalam merevitalisasi kawasan Banten Lama, sejak proyek tersebut dicanangkan pertengahan tahun lalu. “Tadi lewat mana? Bagus nggak jalannya?"tanya Wagub.


Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengalokasikan anggaran Rp 220 miliar secara bertahap selama tiga tahun untuk menata atau merevitalisasi Kawasan Wisata Ziarah Mesjid Agung Banten Lama di Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Penganggaran akan dilakukan mulai pada APBD Banten 2018 sebanyak Rp 100 miliar. Sebelumnya, Pemkot Serang selaku leading sector revitalisasi Banten Lama mengajukan anggaran Rp 280 miliar. Setelah dilakukan penghitungan kembali, Pemprov Banten menyepakati kebutuhan anggaran untuk revitalisasi maksimal Rp 220 miliar.

Pemprov Banten mengambil alih pekerjaan pembangunan revitalisasi yang sebelumnya kewenangan Pemkot Serang. Itu dilakukan sesuai rekomendasi Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selaku pihak yang berwenang dengan revitalisasi cagar budaya. 

Sumber:https://bantenprov.go.id


Tentang Kami


Statistik Kunjungan